Alhamdulillaah…..
Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha
Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk
kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma
Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina
Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.
`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum
meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika
gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah
kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin
Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi
Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid
radliallahu'anhumღAmiin ya Rabbal'alamin.
Itulah fatwa yang
baru saja dilontarkan oleh pihak MUI. Sebenarnya bukan hanya MUI saja,
para Ulama diseluruh dunia juga sepakat Valentine adalah haram dan
merayakannya adalah perbuatan menodai agama dan berdosa.
Kenapa Valentine diharamkan ? kita coba tilik dari segi sejarah dan fungsi dari valentine ini.
Dari namanya saja, perayaan Hari Kasih Sayang ini serasa memiliki
perpaduan sebuah tradisi yang bernuansa Kristiani dan Roma kuno. Ada
beberapa versi mengenai legenda dari sosok Valentine ini.
1.
Dahulu, seorang pemimpin agama Katolik bernama Valentine bersama
rekannya Santo Marius secara diam-diam menentang pemerintahan Kaisar
Claudius II (268 – 270 M). kala itu. Pasalnya, kaisar tersebut
menganggap bahwa seorang pemuda yang belum berkeluarga akan lebih baik
performanya ketika berperang. Ia melarang para pemuda untuk menikah demi
menciptakan prajurit perang yang potensial. Valentine tidak setuju
dengan peraturan tersebut.
Ia secara diam-diam tetap menikahkan
setiap pasangan muda yang berniat untuk mengikat janji dalam sebuah
perkawinan. Hal ini dilakukannya secara rahasia. Lambat laun, aksi yang
dilakukan oleh Valentine pun tercium oleh Claudius II. Valentine harus
menanggung perbuatannya. Ia dijatuhi hukuman mati pada tanggal 14
Februari 270 M. Ada sebuah sumber yang menceritakan bahwa ia mati karena
menolong orang-orang Kristen melarikan diri dari penjara akibat
penganiayaan.
Dalam legenda ini, Valentine didapati jatuh hati
kepada anak gadis seorang sipir, penjaga penjara. Gadis yang dikasihinya
senantiasa setia untuk menjenguk Valentine di penjara kala itu.
Tragisnya, sebelum ajal tiba bagi Valentine, ia meninggalkan pesan dalam
sebuah surat untuknya. Ada tiga buah kata yang tertulis sebagai tanda
tangannya di akhir surat dan menjadi populer hingga saat ini—-‘From Your
Valentine.’
Ekspresi dari perwujudan cinta Valentine terhadap
gadis yag dicintainya itu masih terus digunakan oleh orang-orang masa
kini. Akhirnya, sekitar 200 tahun sesudah itu, Paus Gelasius meresmikan
tanggal 14 Febuari tahun 496 sesudah Masehi sebagai hari untuk
memperingati Santo Valentine.
2. Valentine dimulai pada zaman
Roma kuno tanggal 14 Febuari. Ini merupakan hari raya untuk memperingati
Dewi Juno. Ia merupakan ratu dari segala dewa dan dewi kepercayaan
bangsa Roma. Orang Romawi pun mengakui kalau dewi ini merupakan dewi
bagi kaum perempuan dan perkawinan. Dan sehari setelahnya yaitu tanggal
15 Februari merupakan perayaan Lupercalia.
3. Ketika agama
nashrani tersebar di Eropa, di salah satu desa terdapat sebuah tradisi
Romawi yang menarik perhatian para pendeta. Dalam tradisi itu para
pemuda desa selalu berkumpul setiap pertengahan bulan Februari. Mereka
menulis nama-nama gadis desa dan meletakkannya di dalam sebuah kotak,
lalu setiap pemuda mengambil salah satu nama dari kotak tersebut, dan
gadis yang namanya keluar akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun.
Ia juga mengirimkan sebuah kartu yang bertuliskan “Dengan nama Tuhan
Ibu, saya kirimkan kepadamu kartu ini.” Akibat sulitnya menghilangkan
tradisi Romawi ini, para pendeta memutuskan mengganti kalimat “Dengan
nama Tuhan Ibu” dengan kalimat “Dengan nama Pendeta Valentine” sehingga
dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama Nashrani.
4.
St.Valentine ditanya tentang Atharid, Tuhan perdagangan, kefasihan,
makar dan pencurian, dan Jupiter, Tuhan orang Romawi yang terbesar. Maka
dia menjawab Tuhan-Tuhan tersebut buatan manusia dan bahwasanya Tuhan
yang sesungguhnya adalah Isa Al Masih. Bahkan saat ini beredar
kartu-kartu perayaan keagamaan ini dengan gambar anak kecil dengan dua
sayap terbang mengitari gambar hati sambil mengarahkan anak panah ke
arah hati yang sebenarnya merupakan lambang Tuhan cinta bagi orang-orang
Romawi.
5. Menurut Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopaedia
1908), nama Valentinus paling tidak bisa merujuk tiga “martir” atau
santo (orang suci) yang berbeda:
seorang pastur di Roma
seorang uskup Interamna (modern Terni) seorang “martir” di provinsi Romawi Africa.
Koneksi antara ketiga ““martir”” ini dengan hari raya cinta romantis
tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa
sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai “martir”-”martir” ini namun
hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo
Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan
hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada
tanggal 15 Februari.
Tentang siapa sesungguhnya Santo
Valentinus sendiri, seperti telah disinggung di muka, para sejarawan
masih berbeda pendapat. Saat ini sekurangnya ada tiga nama Valentine
yang meninggal pada 14 Februari. Seorang di antaranya dilukiskan sebagai
orang yang mati pada masa Romawi. Namun ini pun tidak pernah ada
penjelasan yang detil siapa sesungguhnya “St. Valentine” termaksud, juga
dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena
tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.
Tetapi sejak abad
16 M, ‘upacara keagamaan’ tersebut mulai beransur-ansur hilang dan
berubah menjadi ‘perayaan bukan keagamaan’. Hari Valentine kemudian
dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang
disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari. Setelah
orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta ‘supercalis’
kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan
upacara kematian St. Valentine sebagai ‘hari kasih sayang’ juga
dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu ‘kasih sayang’ itu
mulai bersemi ‘bagai burung jantan dan betina’ pada tanggal 14
Februari.
Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad
pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti ‘galant atau cinta’.
Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang
berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya
pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang ‘martyr’
bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya
(jauh dari arti yang sebenarnya).
Manusia pada zaman sekarang
tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana
pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat(melalui) greeting
card, pesta persaudaraan, tukar kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan
sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari
1700 tahun yang lalu.
IKUT MENGAKUI YESUS SEBAGAI TUHAN
Tiap tahun menjelang bulan Februari, banyak remaja Indonesia yang
notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan perayaan
Valentine. Walau sudah banyak di antaranya yang mendengar bahwa
Valentine Day adalah salah satu hari raya umat Kristiani yang mengandung
nilai-nilai akidah Kristen, namun hal ini tidak terlalu dipusingkan
mereka. “Ah, aku kan ngerayaain Valentine buat fun-fun aja…, ” demikian
banyak remaja Islam bersikap. Bisakah dibenarkan sikap dan pandangan
seperti itu?
Perayaan Hari Valentine memuat sejumlah pengakuan
atas klaim dogma dan ideologi Kristiani seperti mengakui “Yesus sebagai
Anak Tuhan” dan lain sebagainya. Merayakan Valentine Day berarti pula
secara langsung atau tidak, ikut mengakui kebenaran atas dogma dan
ideologi Kristiani tersebut, apa pun alasanya.
Nah, jika ada
seorang Muslim yang ikut-ikutan merayakan Hari Valentine, maka diakuinya
atau tidak, ia juga ikut-ikutan menerima pandangan yang mengatakan
bahwa “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan sebagainya yang di dalam Islam
sesungguhnya sudah termasuk dalam perbuatan musyrik, menyekutukan Allah
SWT, suatu perbuatan yang tidak akan mendapat ampunan dari Allah SWT.
Naudzubillahi min dzalik!
“Barang siapa meniru suatu kaum, maka
ia termasuk dari kaum tersebut, ” Demikian bunyi hadits Rasulullah SAW
yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.
Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah juga berkata,
“Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka,
telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi
selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat
hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak
sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram.
Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan
Allah.
Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi
Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum
khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus
dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Ia
telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah. ”
Allah SWT sendiri di dalam Qur’an surat Al-Maidah ayat 51 melarang umat
Islam untuk meniru-niru atau meneladani kaum Yahudi dan Nasrani,
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang
Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka
adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu
mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk
golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang yang zalim.” QS. 5 Maa'idah:51
Wallahu’alam bishawab.
Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini
hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang
berusaha merusak ‘akidah’ muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan
gaya hidup Non Islami dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan),
perjodohan dan kasih sayang.
Kampanye anti valentine day
Atas dasar fakta diatas dan diatas landasan niat untuk membentengi
akhlak generasi muda kita maka sudah sewajarnya setiap ummat Islam
mengambil peran penting untuk turut mengkampanyekan gerakan anti
valentine day dan secara khusus menyerukan kepada pemuda pemudi Islam
untuk tidak terlibat dalam acara kasih sayang dan percintaan ala
valentine’s day.
Di sejumlah negara Islam belakangan ini muncul
gerakan terbuka untuk menolak peringatan valentine day, di Mesir
beberapa kalangan ummat Islam menyerukan untuk merubah Valentine’s Day
dengan Muhammad Day. Seruan ini disampaikan di sejumlah situs internet
baik website maupun blog. Mereka menyerukan pembenahan pemahaman cinta
dengan pemahaman yang benar sesuai dengan ajaran Rasulullah Muhammad
SAW.
Seruan ‘Muhammad Day’ ini juga disebarkan secara meluas
melalui pesan elektronik (e-mail) dan pesan singkat ponsel (sms).
Gagasan Muhammad Day semata – mata bertujuan sebagai gerakan insidental
kampanye anti valentine day yang otomatis tidak diagendakan untuk
dilakukan setiap tahun.
Siapapun bisa menjadi bagian dari
gerakan anti valentine day dengan menyebarkan pernyataan singkat dibawah
ini melalui pesan singkat (sms) :
“Stop kemaksitan dan
kekufuran berjubah valentine day, mari kita benahi pemahaman tentang
cinta dan kasih sayang yang benar sesuai dengan ajaran Islam dan
tuntunan Rasulullah Muhammad SAW”.
Akhirnya, berdasar fakta
negatif dan nuansa kemaksitan dan kekufuran yang terselubung dan merebak
melalui peringatan hari valentine maka marilah kita secara bersama
-sama satukan tekad “HAPUSKAN VALENTINE’S DAY SEKARANG JUGA !!!”
Hukum Merayakan Hari Valentine
Saat ini banyak ABG muslimah yg terkena penyakit ikut-ikutan dan
mengekor pada budaya Barat atau nashrani akibat pengaruh TV dan media
massa lainnya. Termasuk pula dalam hal ini perayaan Hari Valentine yg
pada dasarnya adl mengenang kembali pendeta St. Valentine.
Keinginan utk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia akan tetapi hal
tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yg diikuti berbeda
dgn kita dari sisi keyakinan dan pemikirannya. Apalagi bila mengikuti
dalam perkara akidah ibadah syi’ar dan kebiasaan. Padahal Rasululllah
SAW. Telah melarang utk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam
“Barangsiapa meniru suatu kaum maka ia termasuk dari kaum tersebut”.
Bila dalam merayakannya bermaksud utk mengenang kembali Valentine maka
tidak disangsikan lagi bahwa ia telah kafir adapun bila ia tidak
bermaksud demikian maka ia telah melakukan suatu kemungkaran yg besar.
Ibnul Qayyim berkata “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yg
khusus bagi mereka telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram.
Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka dgn mengucapkan
“Selamat hari raya !” dan semisalnya.
Bagi yg mengucapkannya
kalaupun tidak sampai pada kekafiran paling itu itu merupakan perbuatan
haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yg
menyembah salib. Bahkan perbuatan tersebut lbh besar dosanya di sisi
Allah dan lbh dimurkai daripada memberi selamat atas perbuatan minum
khamar atau membunuh.
Banyak orang yg kurang mengerti agama
terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan
tersebut. Seperti orang yg memberi selamat kepada orang lain atas
perbuatan maksiat bid’ah ataui kekufuran maka ia telah menyiapkan diri
utk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah”.
Abu Waqid ra.
meriwayatkan Rasulullah SAW. Saat keluar menuju perang Khaibar beliau
melewati sebuah pohon milik orang-orang Musyrik yg disebut dgn Dzaatu
Anwaath biasanya mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon
tersebut. Para sahabat Rasulullah SAW. berkata “Wahai Rasulullah buatkan
utk kami Dzaatu Anwaath sebagaimana mereka mempunyai Dzaatu Anwaath.”
Maka Rasulullah SAW. bersabda “Maha Suci Allah ini seperti yg diucapkan
kaum Nabi Musa ‘Buatkan utk kami tuhan sebagaimana mereka mempunyai
tuhan-tuhan’ Demi Dzat yg jiwaku di tangan-Nya sungguh kalian akan
mengikuti kebiasaan orang-orang yg ada sebelum kalian.” .
Adalah wajib bagi tiap orang yg mengucapkan dua kalimat syahadat utk
melaksanakan wala’ dan bara’ yg merupakan dasar akidah yg dipegang oleh
para salaf shalih. Yaitu mencintai orang-orang mu’min dan membenci
orang-orang kafir memusuhi dan menyelisihi mereka. Serta mengetahui
bahwa sikap seperti ini didalamnya terdapat kemaslahatan yg tidak
terhingga sebaliknya gaya hidup yg menyerupai orang kafir justru
mengandung kerusakan yg lbh banyak.
Lain dari itu mengekornya
kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka akan membuat mereka senang lagi
pula menyerupai kaum kafir dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan
hati. Allah SWT telah berfirman yg artinya “
Hai orang-orang yg
beriman janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan nashrani
menjadi pemimpin-pemimpin ; sebahagian mereka adl pemimpin bagi
sebahagian yg lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi
pemimpin maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.
Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yg zalim.”
“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yg beriman kepada Allah dan
hari akhirat saling berkasih sayang dgn orang-orang yg menentang Allah
dan Rasul-Nya.”
“Dan janganlah belas kasihan kepada kedua
pezina tersebut mencegah kamu utk agama Allah jika kamu beriman kepada
Allah dan hari akhirat.”
Di antara dampak buruk menyerupai
mereka adalah; ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga
terhapuslah As-Sunnah. Tidak ada suatu bid’ah pun yg dihidupkan kecuali
saat itu ada suatu sunnah yg ditinggalkan. Dampak buruk lainnya bahwa
dgn mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka mendukung dan
mengikuti agama mereka padahal seorang muslim dalam tiap raka’at
shalatnya membaca
“Tunjukilah kami jalan yg lurus jalan
orang-orang yg telah Engkau anugerahkan ni’mat kepada mereka; bukan
mereka yg dimurkai dan bukan mereka yg sesat.”
Bagaimana bisa
ia memohon kepada Allah agar ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yg
mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka yg sesat dan dimurkai
namun ia sendiri malah menempuh jalan sesat itu dgn sukarela.
Ada seorang gadis mengatakan bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka
hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta
dan suka citanya kepada orang-orang yg memperingatinya. Ini adl suatu
kelalaian padahal sekali lagi perayaan ini adl dari ritual agama lain !
Hadiah yg diberikan sebagai ungkapan cinta adl sesuatu yg baik namun
bila dikaitkan dgn pesta-pesta Kristiani dan tradisi-tradisi Barat akan
mengakibatkan terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka.
Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yg sepele tetapi
lbh mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yg tidak memandang
batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga kita
lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda.
Alhamdulillah kita mempunyai pengganti yg jauh lbh baik dari itu semua
sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Diantaranya
bahwa dalam pandangan kita seorang ibu mempunyai kedudukan yg agung kita
bisa mempersembahkan ini kepadanya dari waktu ke waktu demikian pula
utk ayah saudara suami? dst tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada
saat yg dirayakan oleh orang-orang kafir.
Semoga Allah
senantiasa menjadikan hidup kita penuh dgn kecintaan dan kasih sayang yg
tulus yg menjadi jembatan utk masuk ke dalam sorga yg hamparannya
seluas langit dan bumi yg disediakan bagi orang-orang yg bertakwa.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yg
disebutkan
Maaf, kalo ini juga “sangat” telat, sebenarnya hukum
tersebut diatas (kufur/murtad) apabila merasa senang (mail) pada
agamanya, atau bermaksud menyerupai mereka dalam syiar kekufuran, maka
hukumnya kafir. Kalau menyerupai dalam syariat hari rayanya (seperti
fatwa MUI) hukumnya haram, dan bila hanya ketepatan saja hukumnya
makruh.
Postingan ini sebenarnya bukan untuk menyudutkan agama lain atau
merendahkannya, cuma “mengingatkan” saudara saya se-Iman agar tidak
terpengaruh budaya yang bertentangan dengan syariat Islam. Jadi kalau
ada suadara non-muslim yang merasa terganggu dengan postingan ini mohon
maaf ( kalau “menyinggung” perasaan ). soal judulnya yang serem.??