Dongeng hujan.
1/ Hujan keluarkan puisi pada 2899 bait air yang menetes pada rimbun pagi,
Dari balik tirai hujan puisi berkicau ingin pulang pada kandang yang dulu sempat ia singahi.
2/ Hujan telah membunuh engkau dalam rinai tak berpenghuni
3/ Ah,lagi-lagi hujann
Dia selalu mengoda ingatanku pada 297 hari bersama puisi pagiku.
Perjalanan
puisi tak pernah tau apa yg terjadi pada 927 jam yg lalu, kemana?
puisi tak tau arah
saat ia melihat kebelakang, kalimat yg telah ia tinggalkan,..
puisi pun tak berani menyeberang jalan pulang
jalan terlalu ramai untuk di telurusi dengan tangisan.
Kau yang kusebut bg.
Kau yang kusebut bang,
Tak jua basah
Padahal telah habis air puisi kusiram
Kau yang kusebut bg,
Hilang tak berjejak
Pada malam ku bertanya
Tapi ia jawab “aku tak melihatnya”
Pada bintang juga ku merintih
Namun, sial! Ia juga tak tau
Dimana engkau bg,
Jejak ini telah rapuh mencarimu
Air dari sumber hatikupun telah mengering
Aku lelah hidup tanpa hati bg,
Ayo pulang bawa hatiku kembali.
TITIK
Berakhir setelah kata menjalar melalui akar-akar kalimat. lalu pohon-pohon puisi tumbang melintang di rawa khayalan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar