Oleh : Juliana Dian Komala Sari
Kekuatan umat Islam berdiri atas agama Islam itu
sendiri. Namun dapat kita lihat bahwa fakta menunjukan umat Islam itu sangat
apatis terhadap Islam itu sendiri, mereka seakan membebek keperadaban asing
yang jauh dari Islam dihadapannya. Islam menjadi runtuh dan kemungkaran
berkembang dengan pesat. Hal ini sudah menjadi rahasia umum, bahkan itu menjadi
sebuah hujan keberkahan bagi musuh-musuh Islam. Karena dengan itu mereka tahu
bahwa Islam itu sangat mudah dilemahkan jika penganut-penganutnya mampu mereka
bawa kejalannya. Namun umat islam akan sangat bias di dilemahkan jika mempunyai
keimanan yang kuat. Karena kebangkitan umat islam itu didasari oleh tiga pilar
penting yang harus ada yaitu individu yang bertakwa, masyarakat yang berdakwah
dan negara yang bersyariah.
Jika semua itu mampu diwujudkan oleh umat Islam, maka
peradaban Islam akan berkembang pesat. Dari sinilah mereka mulai mencari jalan
dan bagaimana cara yang terbaik untuk melemahkan pemahaman umat Islam terhadap
Islam itu sendiri. Mereka juga mencari cara memberi keraguan kepada kitab yang
menjadi pegangan umat Islam yaitu Al-qur’an. Mereka juga memutar balikkan fakta
sejarah islamiah melalui berbagai opini dan tulisan. sehinga generasi umat
Islam menjadi ragu atas keontentikan agama Islam. Faktor yang menjadi mundurnya
Islam yaitu karena sebagian umat Islam kurang memahami hakikat Islam itu
sendiri. Padahal umat islam pernah mempunyai masa kegemilangan selama 13 abad
di 2/3 dunia dan melahirkan sosok-sosok ilmuan yang saat ini masih menjadi
rujukan oleh dunia.
Kemunduran umat Islam tersebut banyak memotivasi gerakan-gerakan yang mencoba
merobohkan Islam. Mereka mencoba memasukkan budaya-budaya mereka kedalam dunia
umat Islam sehingga banyak umat islam yang terpengaruh dan mengikuti arus yang sesungguhnya
mematikan peran Islam dalam kehidupan.
Tiga hari setelah sistem pemerintahan Islam yaitu
khilafah berhasil diruntuhkan oleh penghianat Mustafa Kemal tepatnya 3 Maret
1924 di Tukri Ustmani, harian The Times
pernah memuat tulisan seorang penulis Hindu yang menyatakan”sekarang Turki berubah
dari pusat negara Islam yang memiliki pengaruh global menjadi sebuah negara
Balkan yang tidak penting”. Apa yang diungkapkan penulis itu kini terbukti
kebenarannya, lihatlah ketika fakta tak dapat dipungkiri bahwa umat muslim yang
berada di negara Balkan seperti Bosnia Herzegofina dan Kosovo terkena konflik
yang luar biasa. Lantas siapa yang bisa menyelamatkan mereka, ketika muslimah
yang berada disana dinodai kesuciannya dan disiksa. Sungguh tiada biasa membantu
bahkan yang paling miris adalah ketika pesawat-pesawat dari negeri muslim hanya
bisa menghantarkan selimut, pakaian dan bahan makanan yang mungkin tak bermakna
bagi mereka, bayangkan saja apakah terpikirkan untuk tertidur berselimut dengan
badan yang penuh luka siksa?.
Tak hanya sampai disana, kaum muslimin dimanapun
mereka berada merupakan sasaran empuk yang mudah diserang para antek kafir
sejak keruntuhan khilafah 92 tahun yang lalu. Kaum muslim benar-benar
terperosok, negerinya dipenuhi pertikaian, pertumpahan darah dan segala
malapetaka, karena tidak ada perlindungan yang efektif. Masyarakat muslim
sendiripun saat ini tidak lagi mampu mempresentasikan Islam itu secara nyata,
mulai dari hukum, peraturan serta sistem pemerintahan yang digunakan sekarang
muncul dari rahim ideologi selain Islam, yang tanpa sadar telah mengubah
komitmen sebagai muslim menuju kejahiliyahan. Kapitalisme, demokrasi,
nasionalisme merupakan pemikiran-pemikiran yang telah mengubah landasan hidup
menjadi sekuler yang terang-terangan menjauhkan Islam sebagai landasan dalam
kehidupan. Oleh karena itu pemerintahan seperti ini harus segera dihapuskan
karena tidak sesuai dengan fitrah manusia kemudian lekas diganti dengan sistem
pemerintahan Islam yaitu negara Khilafah.
Karena bangkitnya kaum muslim hanya akan terjadi jika
kita kembali kepada penerapan Islam. Menjadikan Islam sebagai landasan perbuatan,
hukum serta peraturan dalam kehidupan. Ketika Islam telah bangkit maka tak
dapat kita pungkiri kebangkitan umat muslim akan semakin nyata. “wallahu’alam bi shawab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar